Di era digital, cara orang mencari dan memesan kamar hotel sudah berubah. Jika dulu calon tamu harus menghubungi hotel secara langsung, kini mereka bisa melakukannya hanya dengan beberapa klik melalui Online Travel Agent (OTA).
OTA telah menjadi salah satu saluran distribusi paling penting dalam industri hospitality. Tapi, apa sebenarnya OTA itu, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya untuk hotel, villa, atau resort? Yuk, kita bahas lengkap!
Apa Itu OTA (Online Travel Agent)?
Online Travel Agent (OTA) adalah platform digital atau website/aplikasi yang menyediakan layanan pemesanan hotel, villa, resort, tiket pesawat, hingga paket liburan.
Contoh OTA populer:
Internasional → Booking.com, Agoda, Expedia, Airbnb.
Lokal (Indonesia) → Traveloka, Tiket.com, PegiPegi.
Bagi hotel, OTA berfungsi sebagai “etalase online” yang memperluas jangkauan ke calon tamu di seluruh dunia.
Cara Kerja OTA
Hotel Mendaftarkan Properti
Hotel menambahkan foto, deskripsi, fasilitas, harga kamar, dan ketersediaan.Calon Tamu Melakukan Pencarian
Tamu mencari akomodasi berdasarkan lokasi, harga, fasilitas, atau ulasan.Reservasi & Pembayaran
Tamu melakukan pemesanan melalui OTA. Setelah pembayaran, OTA mengirim detail reservasi ke hotel.Komisi untuk OTA
Hotel membayar komisi kepada OTA (biasanya 10–25% dari harga kamar) untuk setiap reservasi yang berhasil.
Manfaat OTA untuk Hotel dan Properti Hospitality
✅ Meningkatkan Visibilitas
Hotel bisa muncul di hadapan jutaan calon tamu yang mencari akomodasi secara online.
✅ Mendapatkan Pasar Global
OTA internasional memungkinkan tamu dari berbagai negara menemukan hotel Anda.
✅ Meningkatkan Kepercayaan
Review dan rating di OTA sering menjadi pertimbangan utama tamu sebelum memesan.
✅ Sistem yang Mudah
OTA menyediakan sistem pembayaran, konfirmasi booking, hingga layanan customer support.
✅ Meningkatkan Tingkat Okupansi
Dengan jangkauan luas, peluang kamar terjual lebih besar, terutama di musim sepi.
Tantangan Menggunakan OTA
Namun, menggunakan OTA juga memiliki beberapa tantangan:
Komisi Tinggi → Hotel harus berbagi keuntungan (10–25% per booking).
Ketergantungan → Jika terlalu bergantung pada OTA, direct booking lewat website bisa menurun.
Kontrol Data Tamu → Data tamu biasanya dimiliki OTA, bukan hotel.
Karena itu, strategi terbaik adalah menggunakan OTA sebagai saluran distribusi utama, tapi tetap mendorong direct booking lewat website hotel dengan booking engine.
Strategi Hotel dalam Memanfaatkan OTA
Optimalkan Profil Hotel
Gunakan foto berkualitas tinggi.
Tulis deskripsi kamar dan fasilitas yang detail.
Update harga dan ketersediaan secara konsisten.
Kelola Review Tamu
Balas ulasan positif maupun negatif.
Gunakan feedback untuk meningkatkan layanan.
Gunakan Channel Manager
Agar stok kamar dan harga sinkron di semua OTA.
Mengurangi risiko overbooking.
Kombinasikan dengan Website & Booking Engine
Gunakan OTA untuk menjangkau pasar luas.
Dorong tamu untuk melakukan repeat booking langsung di website hotel (tanpa komisi).
Kesimpulan
OTA (Online Travel Agent) adalah mitra penting bagi hotel dan bisnis hospitality. Dengan OTA, hotel dapat meningkatkan visibilitas, menarik lebih banyak tamu, dan menjaga tingkat okupansi tetap tinggi.
Namun, strategi terbaik adalah tidak bergantung 100% pada OTA. Kombinasikan OTA dengan website hotel profesional + booking engine + CRM agar bisnis lebih sehat dan profit lebih besar.
👉 Di Windira Media, kami membantu hotel, villa, dan resort mengoptimalkan strategi digital, mulai dari pembuatan website dengan booking engine, integrasi Channel Manager, hingga sistem CRM untuk menjaga loyalitas tamu.





